Ia sedang bersiap, entah memersiapkan apa. Aku tidak tahu. Aku hanya tahu bila ia sedang bersiap. Aku juga akan bersiap. Ia datang dari jauh, entah dari mana aku tidak tahu. Yang pasti, dia datang dari jauh. Buktinya kami belum juga bertemu meski waktu sudah bertahun berlalu. Ia pasti orang baik. Aku yakin dia orang baik. Karena aku juga pasti menolak orang yang tidak baik, setidaknya dalam batas pengetahuanku tentangnya. Ia pasti sedang berdoa. Entah apa yang dia doakan. Aku merasa sedang berusaha mewujudkan doanya itu. Belajar menjadi orang baik, mencari ilmu tentang segala sesuatu untuk hari nanti. Bersiap diri. Belajar ini dan itu. Agar ketika ia datang, ia takjub karena doa-doanya menjadi kenyataan dalam diriku. Ia pasti sedang menuju ke sini. Aku tidak tahu sudah sampai mana perjalanannya. Tapi aku percaya, ia sedang ke sini.
Selasa, 13 September 2016
Random Quotes 2
Bila yang akan kamu tunggu itu sesuatu yang berharga, maka tunggulah. Karena mungkin tidkan ada lagi yang demikian. Karena menunggu itu pun tidak untuk selamanya kan? Tidak akan menghabiskan seluruh hidupmu kan? Bila yang akan kamu tunggu itu adalah sesuatu yang benar-benar membuat hidupmu akan menjadi lebih baik, maka tunggulah. Meskipun orang lain kehabisan sabar terhadap kesabaranmu, biarkan saja. Karena kamu lebih tahu tentang dirimu sendiri dan sesuatu yang sedang kamu tunggu itu. Kamu mungkin bisa mendapatkan pengganti yang lebih cepat, tapi menunggu akan membuat sesuatu menjadi semakin berharga. Bila yang akan kamu tunggu adalah sesuatu yang pasti datangnya, maka jangan ragu untuk menunggu. Karena jarak dalam satuan waktu akan mengajarkan kita bagaimana menahan hawa nafsu, bagaimana kita menahan diri, dan bagaimana kita mengisi waktu dengan hal-hal yang baik selama menunggu. Dalam menunggu, kamu harus membayar dengan waktumu untuk sesuatu yang paling kamu inginkan. Sebuah harga mahal dari menunggu, karena waktu kamu tidak akan pernah bisa diganti bahkan dikembalikan. Dan untuk sesuatu yang berharga, aku percaya kamu siap membayar semua itu. Dan bila kamu memintaku untuk menunggu, aku akan melakukannya. Karena aku tahu kamu sangat berharga dan aku juga tahu bahwa menunggu ini tidak selamanya, tidak akan menghabiskan seumur hidup. Tunggulah sebentar. Sabar atau kamu akan kehilangan.
Minggu, 04 September 2016
Random Quotes 1
Sabtu, 09 April 2016
Belum ada judul
Untuk kalian yang sempat membuatku tertawa, senyum, senang dan sedih. Apakabar? Sudah lama kita tak jumpa bersama jangankan berjumpa saling sapa pun sudah tidak, aku hargai dengan kehidupan kalian dan kesibukan kalian sekarang ini. entah sibuk dengan mengejar cita-cita, masa depan atau mungkin mengejar cinta. Entahlah kalian masih ingat apa tidak nya denganku, mungkin kalian bertanya kenapa aku menulis semua ini karna aku merindukan kalian dan aku ingin mengulangi bertukar sapa dan tanya jawab lagi.
Aku yakin kalian pasti sama dengan diriku pernah berharap agar waktu itu tak berlalu. Masa di mana kalian masih mengenakan seragam putih abu-abu yang bau matahari, masa yang tak pernah bisa dengan mudah aku lupa tempat kita bersua dengan para teman yang lain yang sudah menjalani hidupnya sendiri-sendiri saat ini. masa di mana kita mulai mengenal cinta yang kalian jalani dengan malu-malu namun tak kurang tulusnya. Dan satu hal yang selalu lekat di dalam lingkar kepalaku yaitu? Gedung sekolah dimana tempat segala sudutnya yang menyimpan ragam cerita. entah itu coretan hasil karya murid yang jail termasuk AKU yang berada di belakang dinding itu. Namun coretan itu hanya sementara mereka hanya ingin sedikit melekatkan identitas, sekedar meninggalkan tanda sederhana untuk jadi bahan tawa saat ini.
Untuk kalian yang sempat membuatku tertawa, senyum, senang dan sedih, pernahkah kalian mengingat kejayaan kita di masa berseragam putih abu-abu dulu aku harap kalian dapat mengingatnya walau hanya sesaat. Masih ingatkah kau dengan pegajar kalian yang kau sayangi kau kagumi dan kau sebali? apakah kalian pernah merasakan hal yang sama apa yang sedang aku rasakan saat ini, betapa rindunya diriku ini untuk kembali duduk di bangku kelas lagi sambil mendengarkan suara kalian aku harap kalian merasakan hal yang sama denganku dan aku ingin mengulangi dan menghitung mundur hal itu dari sekarang !!! Semua kenangan, coretan dan cerita yang terjadi di gedung sekolah itu tidak akan pernah terlupa ataupun begitu saja menguap dari lingkar kepalaku.
Semua cerita itu masih akan tersimpan rapi dan selalu terselip di ruang hatiku. Yah, memang aku tidak akan pernah bisa beranjak meninggalkan kenangan di saat aku masih memakai seragam putih abu-abu kebanggaanku. terimakasi teman dan sekolahku atas pengalaman dan cerita yang tak terlupakan yang pernah terjalin rapih di masa SMA-ku. inilah caraku menuntaskan rasa rindu akan kenangan masa putih abu-abuku...
Selasa, 22 Maret 2016
kasih tak sampai
Selasa, 15 Maret 2016
Kaulah Aurora
Terkadang dia ada dengan senyum dinginnya tapi itu lebih baik daripada harus lihat dia dalam bekunya. Seakan dunia kami berbeda atau sudut pandangku yang terlalu berlebihan menanggapi sikapnya. Kami berjalan tanpa benang yang terikat, tanpa komitmen yang terjalin. Terus mengalir tapi gak pernah tau arus mana yang hendak dituju. Terkadang amarah membuat kami tak sadar akan sikap. Ketika sadar hanya diam yang menjawab. Lalu berlalu pada senyuman dan chanda, seakan asing dan penuh jaim.
Aku tak bisa mengungkap pinta hatiku. Andai bintang jatuh itu benar adanya, apa benar ia bisa menjawab keinginanku dengan free? Aku ingin tau isi hatinya. Tak ingin jauh dari senyumnya. Apa dia merasakan gejolak ini? Atau hanya aku yang menanggapinya sebelah hati? Sungguh diri ini belum menemukan kepastian itu. Tapi mengapa aku masih terus menunggu? Apa penantian ini akan ada pastinya? Tuhan, apa dia pelengkap celah hatiku? Jika iya, dekatkan kami dalam putaran waktu-Mu, jalinkan kami dalam skenario cerita-Mu, eratkan kami dalam bingkai dunia dan akhirat-Mu. Namun, jika itu hanya hiasan dalam mata hidupku. Maka pupuskanlah rasa di hati ini agar aku tak pernah menunggu ruang itu lagi. Jauhkan kami dalam rasa yang tak pernah satu. Tapi cukup dekatkan kami dalam rasa saling memiliki. Karena itu lebih berarti. Agar selamanya ku akan tetap memilikinya walau tak akan pernah menggenggamnya.
Mungkin aku tak setia merpati tapi aku bisa menjaga rasa ini seawet cinta merpati. Aku hanya ingin tau apa yang akan terjadi jika nanti kami bersama dalam jalinan merpati putih yang kekal. Dan pengorbananku untuk dia pun tak seberani julliet yang rela mati untuk cintanya. Tapi aku cukup berani untuk menjaga rasa ini sendiri dalam bisu gundahku dan dalam bising hatiku. Aku akan terus berjalan dalam tanda tanya hingga kutemukan jawaban itu. Beri aku jawaban akan isi hatinya Tuhan, aku hanya ingin dia saat ini jika Engkau mengizinkannya.
Sedikit lagi semua ini akan berlalu dan apa akan berakhir juga? Kami akan terpisah dalam jarak dan salama detik masih berlalu kami akan hilang dalam komunikasi yang samar dan tanpa ada lagi kata “Hai..”. sungguh ku ingin bawa dia dalam hidup ini. Aku takut komunikasi itu akan hilang dalam hitungan detik saja. Aku yakin dia akan hilang dan aku belum siap untuk itu. Karena ada rasa yang belum terungkap, ada cerita yang belum terkisahkan dan ada kenangan yang belum tersusun. Sungguh hal ini sudah semakin ku perhitungkan dalam ayunan langkah kakiku dan senyuman senja di sore hari.
Tatapan itu, sungguh tak pernah bisa aku singkirkan dari lamunanku. Kedipan nakal dan senyuman manis itu benar-benar melekat pada sampul otakku. Sungguh obrolan yang tak bermakna hanya karena untuk sekedar menatap cerah wajahnya. Senyum sipu malu namun berkesan simpul itu membuat hati ini tergelitik untuk berbagi pada dunia. Dan pandangan yang ia curi dari sisi-sisi orang yang menghalang aku, sungguh tak bisa aku lupakan. Aku ingin jawaban itu adalah “aku” .
Aku ingin cepat tergugah dari lamunan panjang dalam mimpi kecilku ini. Tak hanya merasakan senang itu sendiri. Ingin segera berbagi padanya, pada sahabatku, dan pada dunia yang selama ini memperhatikan perjalanan cintaku. Hitung mundur detik itu sekarang !!
kau lamunanku
Untuk kamu, Yang sempat hadir.
Apa kabar? Sudah lama kita tak jumpa. Jangankan berjumpa, saling sapa pun sudah tidak. Aku maklumi itu semua. Aku menghargai kehidupanmu, dan kau? entahlah masih peduli dengan hidupku atau tidak.
Mungkin kamu akan bertanya, kenapa aku menulis ini semua? Jika kau mengira, karena aku ingin mencuri perhatianmu tentu tidak. Untuk apa. Lalu jika kau mengira, aku ingin mengusik keadaanmu itupun tidak. Sama sekali tidak.
Aku menulis semua ini hanya karena rindu. Tak pernahkah kau merasakannya juga? Aku harap kau sempat merindukanku walau hanya semalam. Setidaknya kau mengingat bagaimana aku tertawa lalu menangis. Setidaknya kau mengingat bagaimana susahnya berusaha dan mudahnya menyerah.
Cinta kita hanyalah cinta monyet. Cinta yang tumbuh dibawah atap sekolah. Cinta yang terus tumbuh hanya karena memandang dari jauh. Cinta yang terus tumbuh ketika kita bertukar sapa dan senyum. Cinta yang terus tumbuh karena pipiku merona setiap kali mendengar namamu. Manis. Aku masih bisa merasakannya walaupun hanya sedikit mengingatnya.
Aku masih ingat betapa lucunya saat pertama kali aku melihatmu. Kita terlihat canggung. Lalu saling tersenyum sesudahnya. Masih ingatkah engkau dengan kata yang pernah aku lontarkan secara tersipu malu yaitu A..B..C..D..E..
Aku juga masih ingat betapa indahnya kala itu. Aku terus melajukan motor dengan perlahan lahan agar aku bisa berlma lama denganmu saat aku mengantarmu pulang. Kau tidak tahu, seberapa banyak aku tersenyum saat itu.. Mungkin kamu sudah tidak ingat lagi dengan momen yang satu ini "di kala ujian sekolah aku tidak bisa menjawab soal ujian dan saat itu ada kamu menjadi seorang PERI penolongku yang bisa menjawab soal ujianku".
Aku tidak peduli, apakah aku cinta pertamamu atau bukan. Aku menyimpan memori dalam hidupmu atau tidak. Yang aku tahu aku merasakannya. Cukup aku.
Kau juga bukan kekasih pertamaku atau kedua. Tapi percayalah. Kau membuatku mengenalkan banyak hal untuk pertama kalinya. Kau membuat aku belajar untuk pertama kalinya.
Kau orang pertama yang membuatku merasa berharga dan merasa dihargai. Kau membuat aku merasa bahwa aku adalah seseorang yang patut diperjuangkan. Bukan orang yang selalu menunggu, menanti bahkan meminta.
Untuk kamu, yang sempat hadir.
Maaf aku sempat membuatmu muak. Dengan sikapku yang kekanak-kanakan
Aku ingat, kita memulai dengan cara yang salah. Entah aku, atau kamu. Tapi aku tak ingin menyalahkan siapapun, karena untuk masalah perasaan semua orang akan merasa benar. Meskipun penuh kebohongan dan ketidakpedulian
Perjalanan memang kadang membuat aku terbang lalu jatuh. Dan terimakasih, kamu telah menjadi perjalananku. Hidup kadang terasa manis seperti gulali yang pernah aku beli , tapi ada masanya terasa pahit sama seperti aku yang tidak sengaja menyesap ampas kopi. Dan kamu telah menjadi keduanya di saat yang bersamaan. Sekali lagi, terimakasih. Untuk kamu yang pernah hadir lalu pergi. Dan untuk sempat memulai lalu mengakhiri.
Untuk kamu, yang sempat hadir.
Aku tadi bilang bahwa aku merindukanmu, tapi setelah aku menulis ini semua aku tak lagi merasakannya. Haha bohong!! Aku sedang tersenyum, percayalah. Aku bahagia. Tak perlu aku yang merindukanmu lagi. Tugasku sudah cukup. Tugasku kini pergi lalu menghilang. Untuk tak saling mengenal akan lebih baik, mungkin? Hahaha aku hanya bercanda. Aku tidak kekanak kanakan lagi. Aku hanya berharap aku dan kamu baik baik saja. Kita bahagia bersama, di jalan yang berbeda.
Dan harapan terakhirku adalah suatu saat aku dapat bertemu kamu, dengan senyuman. Tak ada lagi kecanggungan. Lalu berbincang. Dan aku akan mengenalkan seseorang padamu. Dan sebaliknya.
Iya, seseorang yang aku kenalkan adalah orang yang membuat aku tersenyum setelah kamu membuat aku menangis. Dan kamu, mengenalkan seseorang yang kamu ajak tersenyum ketika aku sedang menangis.
Untuk kamu. Yang sempat hadir.
Aku ingin berterimaksih padamu....

